Senin, 08 Juli 2013

KEGIATAN HARIAN BULAN RAMADHAN DI MASJID AGUNG HARAKATUL JANNAH





WAKTU
KEGIATAN
PETUGAS
KETERANGAN
04.00 – 04.30
Tadarus dan shalat sunnah
IMAM - MUADZIN
Tanggal 20 s/d 30 Ramadhan, kegiatan Qiyamul lail dimulai jam 2.30  s/d Shubuh
04.30 – 04.45
Shalat Subuh berjama’ah
IMAM – MUADZIN

04.45 – 05.15
Kuliah Subuh
IMAM dan pengurus masjid

12.00 – 12.15
Shalat Dhuhur berjama’ah
IMAM – MUADZIN

Ba’da Dhuhur
Tadarus al-Qur’an

IMAM - MUADZIN
Target khatam Qur’an
Minimal 1x
15.10 – 15.25
Shalat Ashar berjama’ah
IMAM - MUADZIN

15.25 – 15.50

15.50 – 16.20
- Kulbasar (Kuliah Ba’da Asar)
- Tadarus al-Qur’an
IMAM dan pengurus masjid

Menjelang Buka
17.30 – 17.45
17.45 – 17.55
17.55 – 18.00

- Tilawah Murotal
- Taushiah menjelang ta’jil
- Do’a bersama
IMAM dan pengurus masjid


18.00 – 18.15
- Ta’jil, buka puasa bersama
IMAM dan pengurus masjid
Masjid menyiapkan ta’jil
18.00 – 18.30
Shalat Magrib berjama’ah
IMAM dan pengurus masjid

18.30 – 19.00
Makan malam
Pengurus masjid

19.00 – 19.20
Shalat Isya berjama’ah
IMAM - MUADZIN

19.20 – 19.50


19.50 – 20.50
Taushiah Ramadhan


Tarawih berjama’ah
PIKET


IMAM - BILAL
Penceramah Sesuai   jadwal










Jumat, 28 Juni 2013

PELETAKAN BATU PERTAMA MENARA ‘BIG BEN’ MASJID HARAKATUL JANNAH



masjid-harakatuljannah.blogspot.com | Oleh Irfan Febriansyah


Pada hari Kamis, 27 Juni 2013, pada jam 10:00  WIB Alhamdulillah masjid Harakarul Jannah, yang berlokasikan di Jl.Raya Puncak Simpang Tol Jagorawi Gadog-Bogor (Jawa Barat) telah mengadakan acara PELETAKAN BATU PERTAMA untuk MENARA yang tentunya akan menambah kemegahan masjid tersebut. Acara dipimpin langsung oleh Ketua Umum dewan Pembina sekaligus  Pendiri Masjid Harakatul Jannah,  Dr.H. Syahrul Effendi, SH.MM. Hadir dalam acara itu para pengurus masjid, para Kiyai beserta para tokoh lainnya antara lain : Mayjen Fuad, Mayjen Mahdar Said, Dr. Shechan Shahab, KH. Mbas, KH. Cucun, Ketua MUI Megamendung, Ketua MUI Ciawi, MUI desa dll.


Dr. H. Syahrul Effendi, SH.MM. pendiri dalam sambutannya menceritakan kronologis pembangunan masjid harakatul jannah yang cikal bakalnya dimulai pada tahun 2006. Banyak tantangan dan rintangan yang di hadapi untuk mewujudkan cita-cita suci itu. 


Masyarakat umum sempat meragukan pembangunan masjid yang terletak di tempat yang sangat strategis untuk lokasi bisnis. Bahkan para pebisnis menyayangkan sekali lokasi tersebut dipakai hanya untuk kegiatan ibadah (masjid). Tapi saya, istri, keluaraga dan teman-teman tetap istikomah untuk membangun rumah Allah yang megah. Begitulah bapa Haji Syahrul  Effendi sapaanya dalam pidato di Aula Masjid Harakatul Jannah pada acara peletakan batu pertama. (Habis)

Sabtu, 18 Mei 2013

Masjid Harakatul Jannah, Pintu Surga di Pintu Tempat Wisata (4-habis)

Tuesday, 26 February 2013, 16:46 WIB
Masjid Harakatul Jannah
Masjid Harakatul Jannah
REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh Mohammad Akbar
Ukiran yang menghiasi mihrab ini rupanya mengadopsi pada motif di masjid Sunan Kudus. Untuk menuntaskan ukiran di atas kayu jati berkualitas tersebut, Mulyana menceritakan, ''Tukang dari Jepara itu mengerjakan sekitar tiga tahun. Bentuk ukirannya memang sangat detail dan rumit.''

Sementara itu melangkah ke bagian sayap, akan terlihat jendela yang mengadopsi rumah orang Melayu. Ukuran daun jendelanya tidak terlalu lebar, seperti layaknya daun pintu masjid.

Sejajaran dengan jendela tadi, terdapat sebuah pintu besar. Di balik pintu tersebut terdapat tangga yang meniru pada arsitektur bangunan kuno di India. Tangga berbentuk setengah melingkar ini menghubungkan lantai dua dengan lantai dasar. Di lantai dasar ini digunakan sebagai tempat aktivitas keagamaan dan resepsi.

Tangga tersebut berada di sisi kanan dan kiri bangunan masjid. Lantas untuk mempercantik tangga dipasangkan pagar yang terbuat bahan besi tempa. Sedangkan sebagai pegangan tangga, dihadirkan bahan kayu jati pada bagian atasnya. Lalu untuk lantai anak tangganya dipasangkan bahan marmer impor.

Nah bagi Anda yang ingin menikmati keindahan alam dengan latar Gunung Salak dan Gunung Gede, silahkan menuju ke balkon yang ada di sisi utara bangunan. Bentuk balkon semacam ini mencerminkan gaya arsitektur Spanyol.

Pada bagian balkon ini terdapat 12 tiang yang menopang kubah kecil. ''Bagian ini biasanya digunakan untuk tamu, khususnya para imam dan khatib,'' kata Mulyana. (habis)

Masjid Harakatul Jannah, Pintu Surga di Pintu Tempat Wisata (3)

Selasa, 26 Februari 2013, 16:41 WIB
Masjid Harakatul Jannah
Masjid Harakatul Jannah
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Mohammad Akbar

Kesan megah semakin terlihat lagi dengan handle pintu berbentuk silinder. Ukurannya sekitar satu meter. Handle ini terbuat dari bahan tembaga dengan hiasan ukiran klasik nan megah.

Setelah pintu terbuka maka kaki akan langsung menapak ke lantai marmer. Lantai ini kabarnya didatangkan dari Italia. Bahan impor ini tak hanya terdapat pada lantai bagian dalam saja. Namun juga terdapat pada sebagian dinding bagian luar serta tiang di dalam.

Di lantai dua, jamaah yang hendak sholat akan bisa melihat sebuah motif beranyam yang menghiasi lantai di bagian tengah. Motif itu terbentuk dari garis-garis hitam dengan bagian pusatnya membentuk bintang segi delapan.

Mulyana mengatakan, motif anyaman di lantai itu mengandung makna sebuah persaudaraan.  ''Pesan yang dihadirkan di sini adalah ikatan ukhuwah Islamiyah. Sedangkan bentuk segi delapan menggambarkan lambang hukum Islam, Amar Ma'ruf Nahi Mungkar dan Jihad Fisabillah,'' katanya menjelaskan.

Dari lantai beranyam tadi, saat kepala mendongak ke atas, maka akan terlihat sebuah keindahan seni Islam. Keindahan itu terdapat dari sisi bagian dalam kubah. Hiasan kaligrafi dekoratif ini berisi tulisan Arab Asmaul Husna. Hiasan kaligrafi ini menghiasi pula keempat sisi penopang kubah. Kaligrafi tersebut mengambil beberapa penggalan dari surat di Alquran.

Lantas pada bagian tengah kubah, terdapat sebuah lampu gantung dari bahan kristal. Lampu sejenis juga terdapat pada lantai dasar. ''Lampu ini diimpor juga dari luar negeri. Harganya Rp 1,2 miliar,'' kata Mulyana.

Lalu maju beberapa langkah, perhatian langsung tertuju pada bagian mihrab. Di bagian ini dihiasi oleh ukiran njelimet yang menutupi hampir semua bahan kayu jati. Melihatnya secara mendetail, bentuk njelimet itu ternyata berisi ukiran bermotif bunga dan beberapa surat Alquran. (bersambung)